Pernyataan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik

Archi secara ketat memenuhi peraturan pemerintah Indonesia dalam perancangan dan pelaksanaan proses Good Corporate Governance (GCG) dan memahami pentingnya penerapan standar GCG International demi kepentingan pelanggan dan investor international. Dalam mengimplementasi dan menentukan kebijakannya, Perseroan menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan diseluruh perseroan sehingga menghasilkan pandangan dan praktik kerja yang konsisten dalam setiap unit usaha perseroan. Prinsip tata kelola perusahaan tersebut adalah sebagai berikut:


A. Keterbukaan (Transparansi)

Keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam mengungkapkan informasi material dan relevan secara tepat waktu, jelas, dan konsisten dalam hal kinerja keuangan perusahaan, corporate governance, serta kepimilikan perusahaan.


B. Pertanggung-jawaban (Akuntabilitas)

Kejelasan atas pelaksanaan dan pertanggung-jawaban tugas dan fungsi dari pengelola perusahaan serta pengawasan yang dilakukan untuk meyakini adanya keselarasan antara kepentingan manajemen dan pemegang saham.

C. Tanggung Jawab

Kejelasan dan kesesuaian tugas dan fungsi dalam pengelolaan perusahaan terhadap peraturan perundangan yang berlaku.

D. Kemandirian (Independensi)

Pengelolaan perusahaan dilakukan secara professional tanpa benturan kepentingan dan bebas dari pengaruh ataupun tekanan dari pihak dalam maupun luar perusahaan.

E. Kewajaran

Perseroan memastikan adanya perlindungan dan perlakuan yang adil/setara terhadap hak-hak pemegang saham, termasuk hak dari pemegang saham minoritas dan pemegang saham.

 

Komite Audit

Komite Audit bertanggung jawab terhadap Dewan Komisaris. Tugas dan tanggung jawab Komite Audit, sebagaimana telah dituangkan dalam Piagam Komite Audit Perseroan adalah sebagai berikut;

  1. Melakukan penelaahan atas informasi keuangan yang akan dikeluarkan Perseroan kepada publik dan/atau pihak otoritas antara lain laporan keuangan, proyeksi, dan laporan lainya terkait dengan informasi keuangan Perseroan.
  2. Melakukan penelaahan atas ketaatan Perseroan terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan peraturan perundang-undangan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan Perseroan.
  3. Memberikan pendapat independen dalam hal terjadi perbedaan pendapat antara manajemen dan Akuntan atas jasa yang diberikannya.
  4. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai penunjukan Akuntan yang didasarkan pada independensi, ruang lingkup penugasan dan imbalan jasa.
  5. Melakukan penelaahan atas pelaksanaan pemeriksaan oleh auditor internal terhadap Perseroan dan mengawasi pelaksanaan tindak lanjut oleh Direksi atas temuan auditor internal.
  6. Melakukan penelahaan terhadap aktivitas pelaksanaan manajemen risiko yang dilakukan oleh Direksi, jika Perseroan tidak memiliki fungsi pemantau risiko di bawah Dewan Komisaris.
  7. Melakukan penelahaan dan memberikan saran kepada Dewan Komisaris terkait dengan adanya potensi benturan kepentingan Perseroan.
  8. Melakukan penelaahan atas pengaduan yang berkaitan dengan proses akutansi dan pelaporan keuangan Perseroan.
  9. Menjaga kerahasiaan dokumen, data dan informasi yang dimiliki Perseroan.


Dalam melaksanakan tugasnya, Komite Audit mempunyai wewenang sebagai berikut:

  1. Mengakses dokumen, data, dan informasi Perseroan tentang karyawan, dana, aset, dan sumber daya perusahaan yang diperlukan.
  2. berkomunikasi langsung dengan karyawan, termasuk Direksi dan pihak yang menjalankan fungsi audit internal, manajemen risiko, dan Akuntan terkait tugas dan tanggung jawab Komite Audit.
  3. melibatkan pihak independen di luar anggota Komite Audit yang diperlukan untuk membantu pelaksanaan tugasnya (jika diperlukan).
  4. melakukan kewenangan lain yang diberikan oleh Dewan Komisaris.

 

Anggota Komite Audit

Erwin Sudjono

Erwin Sudjono (Ketua)

Bapak Erwin, 63 tahun, warga negara Indonesia, juga menjabat sebagai Komisaris Independen Perseroan sejak bulan September 2014. Beliau pernah Kepala Staf Divisi, Kepala Staf KODAM III, Panglima Divisi 2 – KOSTRAD, Panglima KODAM VI Tanjungpura, Panglima KOSTRAD dan KASUM TNI. Sdr. Setyawan menyandang gelar TNI-AD dari pendidikan AKABRI (1975), INFANTERI dari SUSLAPA (1985), TNI-AD dari SESKOAD (1990), SH dari STHM (1995) dan pendidikan LEMHANAS (1999).

Paul Capelle

Paul Capelle

Bapak Paul, 70 tahun, warga negara Indonesia, saat ini beliau merupakan anggota Komite Audit di PT BW Plantation Tbk (2011-sekarang), dan Komisaris di Rumah Sakit Mata PT Aini (2012-sekarang). Beliau juga merupakan anggota Komite Audit di Wintermar Offshore Marine Tbk dan Presiden Komisaris di PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (2011-sekarang). Rekan pendiri di Kantor Akuntan Publik, Konsultan Pajak dan Konsultan Keuangan (member firm dari Deloitte Touche Tohmatsu Indonesia)(1990-2010). Pada perusahaan tersebut beliau pernah menjabat sebagai Chief Executive Officer (2004-2006) dan sebelumnya sebagai Kepala Divisi Audit, Risk Management Leader  dan Human Resources Partner. Beliau juga pernah menjadi Dosen Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi di Universitas Indonesia (1968-1998) dan pernah menjabat sebagai Kepala Jurusan Akuntansi selama 3 tahun serta menjadi Dosen Pembina di Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Brawijaya, Malang selama 10 tahun. Beliau menerima gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi di Universitas Indonesia pada tahun 1967.

Thomas V. Christanto

Thomas Valian Christanto

Bapak Thomas, 41 tahun, warga negara Indonesia, saat ini beliau menjabat sebagai Deputy Managing Director yang membawahi lingkup kegiatan operasional PT BW Plantation Tbk (2013–sekarang). Sebelumnya beliau menjabat sebagai Head of Budget Control dan Head of Procurement pada perusahaan yang sama. Bergabung bersama PT BW Plantation sejak 2007. Sebelum bergabung dengan PT BW Plantation, beliau bekerja sebagai Budget Control Department Head di PT Global Informasi Bermutu (Global TV)(2004-2007). Beliau juga pernah berkarir pada industri pasar modal dengan menjabat sebagai Senior Analyst (1997-2004). Beliau menerima gelar Sarjana Ekonomi di Sekolah Tinggi Ekonomi IBII pada tahun 1995.

Internal Audit

Perseroan telah membentuk Unit Audit Internal yang akan melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan ketaatan dan melaksanakan fungsi internal audit dalam Perseroan. Tugas dan tanggung jawab internal audit adalah:

  1. memfasilitasi penilaian risiko
  2. memiliki akses atas pemantauan dan hasil audit
  3. bekerja sama dengan divisi bisnis Perseroan untuk:
    • mengimplementasikan kebijakan dan prosedur korporasi Perseroan untuk pelaksanaan penugasannya serta mengawasi implementasi kebijakan dan prosedur korporasi yang berlaku pada masing-masing divisi atau departemen Perseroan;
    • mengajukan pengembangan kebijakan dan prosedur ketaatan yang bersifat spesifik untuk divisi
      dan mendukung pemberlakuan dari kebijakan ketaatan yang bersifat spesifik untuk divisi tersebut;
    • memastikan penyampaian perkembangan, dan keikutsertaan dalam pelatihan ketaatan;
    • menyampaikan potensi permasalahan kepada Direksi Perseroan dan orang-orang yang ditugaskan untuk mengkoordinasikan masing-masing divisi atau departemen bisnis Perseroan (“Kepala-Kepala Unit Bisnis”);
  4. mengawasi proses pemulihan permasalahan dan pengelolaan risiko
  5. mempertahankan ketaatan terkait dengan standar pelaksanaan dan disiplin
  6. melakukan pemeriksaan dan penilaian atas efisiensi dan efektivitas di bidang keuangan, akuntansi, operasional, sumber daya manusia, pemasaran, teknologi informasi dan kegiatan lainnya
  7. menyusun dan melaksanakan rencana audit internal tahunan
  8. menguji dan mengevaluasi pelaksanaan pengendalian interen dan sistem manajemen risiko sesuai 

    dengan kebijakan Perseroan
  9. memberikan saran perbaikan dan informasi yang obyektif tentang kegiatan yang diperiksa pada semua 

    tingkat manajemen
  10. membuat laporan hasil audit dan menyampaikan laporan tersebut kepada Direktur Utama Perseroan 

    dan Komite Audit Perseroan
  11. memantau, menganalisa dan melaporkan pelaksanaan tindak lanjut perbaikan yang telah disarankan 

    oleh Unit Audit Internal dalam Perseroan
  12. bekerja sama dengan Komite Audit Perseroan

  13.  

    menyusun program untuk mengevaluasi mutu kegiatan audit internal yang telah dilakukan oleh Unit 

    Audit Internal

  14.  

    melakukan pemeriksaan khusus apabila diperlukan